28 February 2012


Photo By. Me
Pernah dengar kalimat “Sakinah Bersamamu” ? Buku? Iyeps, tepat sekali. “Sakinah Bersamamu” adalah sebuah judul buku karya Penulis Novel Best Seller berjudul “Emak ingin Naik Haji” yang sudah beberapa tahun lalu difilmkan.

22 February 2012


(Photo: gigisgriya.blogspot.com)

Wahai calon suamiku , calon imamku kelak. Yang sudah tertulis diLauhul Mahfuz, Aku sedang mempersiapkan diri, menata hati supaya nanti akan menjadi yang terindah bagimu. Belajar pada Siti Hajar yang sabar dan tak pernah mengeluh menghadapi cobaan.  Belajar pada Siti Khadijah yang setia dan tanpa lelah menemani Rasulullah dalam perjuangannya.

20 February 2012



Iya, itu adalah buku pertama saya. Bukan, bukan hanya buku saya. Tapi buku kami. Buku karya Annisa Reswara dan Nadian Maulana.Buku pertama kami. Sebuah buku yang menjadi bukti bahwa salah satu mimpi kami akhirnya terwujud.

“Mungkin tak perlu lagi menunggu jingganya. Mungkin tak harus lagi mendekap hangatnya. Senja sore ini, mungkin yang terakhir.”

Apakah tercium jejak-jejak galau pada kalimat di atas?

Hei, itu tweet saya semalam.  Saya menuliskannya dengan penuh perasaan. Saya nggak tau sih apakah kalimat-kalimat yang mendayu-dayu termasuk dalam kategori galau. Tapi sejauh ini saya suka membaca kalimat-kalimat seperti  itu di social network, lebih-lebih menulisnya, saya suka sekali.

(Photo. indonwahyudin.wordpress.com)

Anak terakhir.

Apa yang ada dibenak kawan-kawan jika mendengar kata itu? anak yang manja dengan segala tingkahnya, anak yang selalu dianggap kecil dan tidak tau apa-apa, atau apa?

Hmmm…

08 February 2012


Karena pagi untuk kamu. Aku bangu, dan mencintaimu sekali lagi...

24 hours...
Seperti kalimat yang disekat oleh titik. Seperti kata diberi ruang oleh spasi. Cinta perlu jeda, agar tidak remuk karena terikat setiap saat.
Ketika hari berangsur pergi, digantikan malam sebagai pembatas pertemuan kita, aku tak akan menolak.
Biar kita pulang dengan membawa perasaan masing-masing.
Karena cinta yang sebenarnya tak akan hilang karena mimpi semalam.

Karena Tuhan memberi kesempatan.
Karena waktu tak pernah diam di tempat.
Seharusnya kita percaya, ada hari yang baru untuk kita bertemu.
Ada pagi yang baru, untuk cinta yang sama.
Ada harapan baru, begitu aku membuka mata.
Kamu, tak akan lenyap hanya karena aku lelap.

Jangan...
Jangan pernah ragu...

Kalau hari berakhir lagi dan kita pulang dengan perasaan masing-masing.
Ingat satu hal!
Malam hanyalah waktu untuk menyekat perasaan sesaat.
24 hours... menjadi siklus.
Pulang, lelap, bermimpi, terjaga, hari yang baru.

Pagi mengantar kita menemui hari.
Aku bangun, dan siap jatuh cinta lagi untuk kamu...




Repost posting favorit saya, dari seorang penulis favorit saya juga. Siapa dia? Robin Wijaya. Dan kawan-kawan bisa menemukan postingan aslinya di blog robinbieblogwijaya.blogspot.com. Baru-baru ini dia baru saja menerbitkan novel berjudul Before Us. Dapatkan di toko-toko buku terdekat ya ^_^
(Photo: nike.rasyid.net)
Iya. Saya ingin menulis seperti Tere-Liye. Tau Tere-Liye kan?  Yang suka baca novel Indonesia pasti tau siapa itu Tere-Liye. Nama lengkapnya adalah Darwis Tere-Liye. Penulis novel.

Akhir-akhir ini, saya lebih suka membaca buku-buku Tere-Liye. Mencari-cari quote-quote milik Tere-Liye di google, dan masih banyak lagi. Kenapa begitu?

06 February 2012

Seperti kebanyakan orang, weekend merupakan sebuah kesempatan yang amat sangat menyenangkan, selalu dinantikan, dan pasti setiap orang punya rencana untuk menghabiskannya dengan berbahagia.

Dan saya, setelah enam hari berkutat dengan komputer dan bertumpuk kertas, akhirnya, kemarin ketika hari Minggu tiba, saya menyempatkan diri untuk sedikit mengendorkan otot-otot dan otak yang hampir seminggu dituntut untuk mengerjakan dan berpikir ini itu.

02 February 2012

(Photo: rupatelematika.blogspot.com)
Akhir-akhir ini saya mogok menulis. Kenapa? Saya juga nggak tau sebabnya. Menulis adalah hal yang paling sulit akhir-akhir ini. Di depan komputer dengan kertas kosong Ms. Word menjadi kebiasaan rutin. Saya nggak tau mau menuliskan apa. Lebih tepatnya, saya tidak tau bagaimana cara menuliskannya.